
La Liga Spanyol baru masuk matchday ke-15. Artinya, putaran pertama kurang empat matchday lagi atau keseluruhan kompetisi masih kurang 23 matchday. Namun, juara musim 2008/2009 sudah terdeteksi. Siapa lagi kalau bukan Barcelona.
Kemenangan Barca 2-0 atas seteru abadinya Real Madrid dalam laga el clasico di Nou Camp, Minggu (14/12) dinihari WIB menjadi salah satu indikasi paling kuat.
Ya, kemenangan itu membuat Barca kokoh di puncak klasemen sementara dengan 38 poin atau unggul 12 poin dari Madrid yang tercecer di posisi kelima.
Mengalahkan Madrid memang punya arti penting bagi Barca. Dua tim ini merupakan penguasa Liga Spanyol sejak kompetisi bergulir 1945. Bayangkan, dari koleksi gelar, Madrid merupakan pengumpul terbanyak yakni 29 kali diikuti Barca 16 kali. Setelah itu, Atletico Madrid tujuh kali, Valencia (4), Bilbao (3), Sociedad (2) dan Deportivo La Coruna serta Sevilla masing-masing satu gelar.
Karena rivalitas itulah, Barca layak menjadi juaranya ketika mampu mengalahkan Madrid. Ini didukung fakta ketika Barcelona merebut juara 2005, mereka menang 3-0 atas Madrid di Nou Camp. Setahun kemudian saat mereka mempertahankan gelar, Madrid lagi-lagi dibuat tidak berkutik. Main di Santiago Bernabeu, Barca mempermalukan Madrid 3-0. Meski di leg kedua di Nou Camp imbang 1-1.
Nah, ketika giliran Madrid merebut juara beruntun pada 2007 dan 2008, Barca giliran yang tidak berkutik. Pada musim 2006/2007, Barca menyerah 0-2 di Santiago Bernabeu dan imbang 3-3 di Nou Camp. Bahkan, musim lalu Barca benar-benar tak berdaya menghadapi Raul Gonzales dkk. Di kandang sendiri kalah 0-1 saat away menyerah 1-4.
Hadirnya pelatih baru Jose 'Pep' Guardiola menggantikan Frank Rijkaard di awal musim ini membawa gairah baru. Meski sempat mendapat kritikan, menyusul kekalahan 0-1 dari tuan rumah Numancia di laga pembuka, namun setelah itu Lionel Messi dan kawan-kawan melesat bak anak panah. Mereka sulit dijinakkan. 14 Pertandingan berikutnya dilalui dengan 12 kemenangan dan dua hasil imbang. Itupun masih ditambah dengan banjirnya gol-gol hampir di setiap pertandingan. Dari 15 kali main, lahir 46 gol. Kalau dirata-rata setiap pertandingan Barca mencetak tiga gol.
Agak menyimpang sedikit, sukses serupa dipetik di Liga Champions. Enam kali main mereka mencetak 18 gol. Berarti rata-rata gol setiap pertandingan juga sama yakni tiga gol. Sukses itu membawa mereka lolos ke 16 Besar dengan status juara grup.
Kini fokus Barca tidak lagi mengarah ke Madrid. Paling tidak perhatian dialihkan ke Valencia (30) dan Villarreal (29) yang menempel di posisi kedua dan ketiga. Kalau mencermati kekuatan dan tradisi juara, jelas beban Barca relatif sangat ringan. Valencia dan Villarreal paling-paling hanya mampu menimbulkan efek kejut saja. Tidak akan lebih. Justru yang paling bahaya musuh akan datang dari dalam diri mereka sendiri. Keyakinan yang terlalu tinggi bisa melenakan apalagi kalau sampai mabuk kemenangan.
Sekarang tinggal mampukah Lionel Messi dkk mengalahkan diri sendiri. Juara tidak lagi di depan mata, tapi sudah 'digenggam'. Kalau menggenggamnya nggak rapat ya lepas. Karena itu ya harus digenggam rapat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar